Jakarta, 9 April 2026 – Menteri Ekonomi Kreatif/Kepala Badan Ekonomi Kreatif (Ekraf), Teuku Riefky Harsya, membahas langkah-langkah strategis dalam mengembangkan ekosistem aset digital yang terintegrasi di Indonesia saat menerima audiensi dari jajaran pimpinan International Crypto Exchange (ICEx) Group. Menteri menegaskan bahwa aset digital penting sebagai mekanisme pembiayaan alternatif dalam ekosistem ekonomi kreatif.

“Saya melihat potensi besar pada teknologi Web3 dan bursa seperti ICEx untuk mendorong tokenisasi aset ekonomi kreatif, mulai dari musik dan film hingga bentuk Kekayaan Intelektual (KI) lainnya. Hal ini akan membuka peluang pembiayaan alternatif yang lebih luas dan lebih modern bagi para kreator lokal kita,” ujar Menteri dalam pertemuan di kantor Kementerian di Jakarta, Kamis, 9 April 2026.

ICEx Group merupakan bursa aset kripto yang beroperasi sebagai Self-Regulatory Organization (SRO), dengan fokus pada perdagangan aset kripto, Real World Assets (RWA), dan layanan kustodian. Sebagai SRO, ICEx memegang peran penting dalam menjaga integritas pasar dan memastikan transparansi transaksi bagi para investor.

“Kementerian Ekonomi Kreatif memberikan dua dukungan strategis bagi ICEx. Pertama, melalui kampanye ‘Creative by Indonesia’, kami mendorong ICEx untuk bertransformasi dari national champion menjadi pemain regional terdepan. Kedua, kami memposisikan ICEx sebagai enabler untuk mempercepat komersialisasi KI lokal melalui inovasi pembiayaan alternatif seperti crowdfunding bagi talenta kreatif di seluruh Indonesia,” kata Menteri.

Sementara itu, Direktur Utama sekaligus Pendiri For U AI, Xue Kai Pang, menekankan bahwa Indonesia merupakan pasar strategis di tengah institusionalisasi aset digital secara global yang bernilai USD 3,5 triliun dengan lebih dari 20 juta pengguna. Dengan memanfaatkan momentum regulasi OJK pada 2025, ICEx beroperasi sebagai SRO yang mengintegrasikan teknologi For U AI untuk mengembangkan ekonomi berbasis AI dan memfasilitasi tokenisasi kekayaan intelektual (KI) guna memberdayakan para kreator lokal.

“Melalui infrastruktur bursa yang berfokus pada Real World Assets (RWA) dan layanan kustodian, kami berkomitmen memperkuat ekosistem Web3 serta meningkatkan literasi digital masyarakat, memastikan Indonesia menjadi pemain kunci dalam ekonomi global berbasis AI dan aset digital,” ujar Xue Kai Pang.

Menteri berharap kehadiran ICEx beserta ekosistem pendukungnya dapat semakin memperkuat literasi digital masyarakat terkait teknologi Web3. Komitmen ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk mendukung merek dan talenta kreatif Indonesia agar mampu bersaing melalui inovasi teknologi terkini.

Turut mendampingi Menteri dalam pertemuan tersebut adalah Deputi Bidang Kreativitas Digital dan Teknologi Muhammad Neil El Himam, Staf Khusus Menteri Bidang Isu-Isu Strategis dan Hubungan Antarlembaga Rian Syaf, Direktur Teknologi Digital Baru Dandy Yudha, dan Staf Ahli Menteri Gemintang K. Mallarangeng.

Artikel ini semula dipublikasikan oleh Kementerian Ekonomi Kreatif / Badan Ekonomi Kreatif.