BALI, Indonesia — 28 Agustus 2026 — ICEx Group, yang terdiri dari ICEx (Indonesia Crypto Exchange), CACI (Crypto Asset Clearing International), dan ICC (International Crypto Custodian), menghadirkan Institutional Summit Powered by ICEx Group pada 21 Agustus 2026 di Bali sebagai bagian dari Coinfest Asia 2026.

Sebagai salah satu forum institusional pertama dengan format serupa di Coinfest Asia, Summit ini mempertemukan pelaku pasar, regulator, institusi keuangan, penyedia infrastruktur, dan pemimpin teknologi untuk membahas bagaimana inovasi digital finance dapat diterjemahkan menjadi peluang yang nyata bagi institusi.


Summit menghadirkan empat sesi diskusi tertutup, masing-masing berdurasi 90 menit, yang membahas stablecoin, tokenisasi, dan kesiapan institusi. Topiknya mencakup peran stablecoin dalam pembayaran korporasi di Asia, kesiapan institusi mengadopsi aset yang ditokenisasi, real-world assets yang berpotensi berkembang dalam skala besar, serta tokenized money market funds sebagai salah satu jalur masuk institusi ke pasar aset digital. Insight dari keempat sesi akan dirangkum dalam sebuah laporan yang diharapkan menjadi referensi bagi pemangku kepentingan dalam pengembangan kerangka stablecoin dan tokenisasi di Indonesia.

Satu tema utama muncul dari seluruh diskusi: institusi tidak hanya membutuhkan inovasi teknologi, tetapi juga kejelasan dan standardisasi dalam infrastruktur, penyelesaian transaksi,regulasi, manajemen risiko, likuiditas, dan kesiapan operasional.Pembahasan ini berlangsung di tengah pertumbuhan pasar aset digital Indonesia.

OJK mencatat 22,69 juta investor kripto dengan nilai transaksi mencapai Rp28,58 triliun pada Juni 2026, di tengah penguatan harga Bitcoin secara global yang meningkat dari sekitar US$65.000 menjadi lebih dari US$80.000 dalam pekan yang sama.

Institutional Summit turut menghadirkan sejumlah tokoh yang membentuk arah sektor keuangandan aset digital Indonesia, di antaranya Dr. Mukhamad Misbakhun, Ketua Komisi XI DPR RI; Mohamad Hekal, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI; Todotua Pasaribu, Wakil Menteri Investasidan Hilirisasi; Adi Budiarso, Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan,Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto di Otoritas Jasa Keuangan (OJK); serta Pantro Pander Silitonga, Executive Director Dewan Ekonomi Nasional.

Pantro juga menyampaikan keynote mengenai agenda Indonesia dalam membangun pusat keuangan internasional dan peluangnya bagi ekosistem keuangan nasional.

“Indonesia memiliki peluang untuk menjadi salah satu pasar penting di Asia bagi generasi baru infrastruktur keuangan. Kami melihat pasar aset keuangan digital Indonesia yang semakin besar dan matang, sementara peluang berikutnya jauh lebih luas, mulai dari stablecoin dan tokenized funds hingga real-world assets,” ujar Kai Hamza Pang, Chief Executive Officer ICEx Group.

“Tantangannya adalah membangun infrastruktur, keselarasan regulasi, dan kepercayaan institusi agar peluang tersebut dapat diwujudkan secara bertanggung jawab.” Sebagai bagian dari rangkaian ICEx Group di Coinfest Asia, Group juga menandai tiga kolaborasi strategis, yaitu ICC dengan Ceffu, ICC dengan BitGo, serta CACI dengan Bank Nobu, sebagai bagian dari pengembangan infrastruktur kustodian dan kliring berstandar institusional.

Institutional Summit ini didukung oleh Solana, Bank Nobu, BitGo, Chainalysis, HashKey, Mobee, Qlola by BRI, Pegadaian, dan ForU AI. Solana, HashKey Group, dan BitGo turut membawa perspektif yang relevan dengan tema Summit melalui pengalaman mereka dalam RWA, stablecoin teregulasi, dan layanan kustodian institusional.

“Adopsi institusional membutuhkan infrastruktur yang dapat dipercaya oleh institusi,” ujar Abel Seow, Managing Director BitGo. “Percakapan dalam Institutional Summit menunjukkan pergeseran industri dari mengeksplorasi apa yang mungkin dilakukan menuju pemahaman mengenai apa yang dibutuhkan untuk menerapkan aset digital secara aman dan dalam skala besar.”

Rizky Indraprasto, Finance and Risk Management Director ICEx Group, memoderatori sesi “Tokenization in Asia: Which Assets Will Actually Scale?”

“Pertanyaan terpenting mengenai tokenisasi bukan lagi apakah aset dapat ditempatkan secara on-chain, tetapi apakah aset tersebut dapat mencapai adopsi institusional yang nyata. Untuk itu,kita perlu melihat lebih jauh dari sekadar teknologi, mulai dari likuiditas, penyelesaian transaksi,regulasi, dan distribusi, hingga kebutuhan institusi yang akan menggunakan produk tersebut,”ujar Rizky.

Melalui Institutional Summit, ICEx Group terus mendorong dialog antara regulator, institusi,penyedia infrastruktur, dan pemimpin teknologi untuk menerjemahkan inovasi keuangan digitalmenjadi peluang yang lebih konkret bagi Indonesia dan pasar Asia

Tentang ICEx

PT Fortuna Integritas Mandiri, yang beroperasi di bawah merek Indonesia Crypto Exchange (ICEx), adalah bursa aset keuangan digital berlisensi OJK yang secara resmi memulai operasionalnya pada 5 Januari 2026, setelah diterbitkannya izin usaha bursa aset keuangan digital oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK) melalui Keputusan No. KEP-2/D.07/2026.

Tentang ICEx Group

ICEx Group adalah pengembang infrastruktur pasar aset keuangan digital terkemuka di Indonesia, yang membangun ekosistem SRO terintegrasi pertama di Indonesia di bawah pengawasan OJK. Grup ini terdiri dari tiga entitas berlisensi: ICEx (bursa aset keuangan digital, KEP-2/D.07/2026), CACI (Crypto Asset Clearing International) (lembaga kliring, KEP-12/D.07/2026), dan ICC (International Crypto Custodian) (pengelola tempat penyimpanan aset keuangan digital, KEP-11/D.07/2026). ICEx Group berkomitmen untuk memperkuat perlindungan investor dan mendorong pertumbuhan berkelanjutan dalam ekosistem ekonomi digital Indonesia yang teregulasi.

Krizia Putri Kinanti

Head of Brand and Communications

krizia.putri@icex.id